Showing posts with label tulisan coret. Show all posts
Showing posts with label tulisan coret. Show all posts

Saturday, January 23, 2010

Kemenangan

Dari semua filsuf di dunia ini, tidak satupun dari mereka yang 100 % benar. Mereka hanyalah manusia.

Bunga sakura yang indah akan berguguran dengan cepatnya, bila indah kenapa harus gugur ?


Itu karena mereka hanyalah sedikit contoh dari Allah SWT tentang dunia ini. Dunia adalah kesenagan yang memperdaya, semua hanyalah tipuan, tidak ada yang abadi. Bunga yang indah akan gugur dengan cepatnya sesuai perintah-Nya. Contoh-contoh itu ditunjukkan oleh Allah agar kita bisa mengerti, bahwa kemenangan yang sesungguhnya ada di sisi Allah. Kehidupan yang manusia banggakan ini secepat gugurnya sakura yang indah, dan kelak Allah akan mempertanyakan semua perbuatan kita.

Aku selalu memimpikan kemenangan dan kemenangan, tapi semua itu hanyalah kemenangan keduniaan. Terima kasih ya Allah, Engkau beri aku saudara yang dengan ikhlas mengingatkanku. Kemenagan sejati ada di sisi-Mu.

Tuesday, January 19, 2010

Selamat pagi..... Alam semesta

Langit yang berwarna kelabu lambat laut membangunkan seluruh manusia dari tiap kelelapannya. Nyanyian para penghuni alam semesta menambah kecantikan dari pagi yang penuh rahmat-Nya.

Subuh membangunkan manusia yang ingin pertamakali mempersembahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan dan mensyukuri setiap tetesan air hujan yang membasahi bumi. Kedamaian embun pagi yang membias membentangkan akal manusia tentang begitu indahnya perdamaian.

Pertemuan bulan, bumi, dan matahari di pagi hari, menandakan keseimbangan yang luar biasa di alam semesta ini. Pagi memberikan pembelajaran bagi manusia akan nikmatnya pertemuan kembali. Ketika kita berpisah dengan matahari di waktu senja dan akhirnya bertemu lagi di waktu fajar.

Tembakan bintang di malam hari, memberikan keindahan tersendiri bagi para penghuni alam. Dan tembakan itupun diakhiri dengan pagi yang penuh rahmat.

Udara pagi yang lebih bersih dari pada diri ini, mengingatkanku betapa kotornya diri ini. Suara nyanyian itu pun terus berdengung di telinga.

Selamat pagi alam semesta..... pagimu adalah peredam dari segala konflik yang ada di bumi.

Jalan-jalan

Berjalan mengitari sudut kota yang sunyi senyap, karena orang-orang belum dibangunkan oleh sinar matahari. Melihat dan melewati sebuah stasiun tua yang berumur lebih tua dari pak Asan, pagi itu udara begitu menusuk seiring kususuri setiap rel nya, yang menujukanku pada sebuah gardu tempat para polisi berjaga. Aku berjalan di semak-semak hijau sebelah rel menuju gardu tersebut. “fuh…” sama saja ,belum ada satupun orang disana, perasaan sepi begitu tertambat di hati. Dari gardu itu sedikit menoleh ke selatan “waw… indah sekali” hamparan lautan membentang dari ufuk timur hingga ke barat.. suaranya selalu terdengar seperti sedang bernyanyi untuk ku, sebuah nyanyian alam yang begitu sayang untuk dilewatkan. Hamparan laut yang biru telah membius mataku, untuk tidak menoleh ketempat lain. Inilah rute perjalananku setiap pagi, melihat kota sepi yang tertutup ketenangan dan kedamaian.


Rumah tempatku numpang berada tidak jauh dari kota. Aku biasa melihat apa yang kulihat sekarang dari lantai dua rumah tersebut, sebuah rumah yang sederhana tetapi memiliki nilai yang unik bagiku. Setiap ruangan pun tertata rapi dan bersih meski tetangganya berkata, penghuni rumah itu adalah orang-orang yang malas. Mungkin aku termasuk didalam komunitas malas tersebut. Ketika melihat stasiun kereta tua dan hamparan laut dari lantai dua rumah pemalas itu, biasanya saat itu aku baru sadar, jauh juga aku berjalan. Kini kulempar pengap hari kemarin dengan menghirup udara pagi segar di kota ini, mungkin ini adalah fungsi jalan-jalan yang rutin aku lakukan. Mataku tidak lepas melihat indahnya laut yang mengucapkan selamat pagi pada dunia, seakan memberitahuku bahwa selamanya tidak akan ada perang. Sejenak duduk di pembatas jalan yang terbuat dari besi dan mengarah ke laut itu… merenungkan setiap detik yang telah kulalui dan merencanakan setiap detik yang akan kulalui. Ya ya ku akui kadang-kadang juga melamunkan kesendirian ku, tapi semua kesedihan dan kesepian itu perlahan-lahan hilang dibawa suara ombak yang meraung, membawanya pergi kebenua yang lain.


Sekarang hati sudah tenang, berarti saatnya melihat langit dan menitipkan salam pada langit untuk keluarga dan teman-teman ku yang berada di belahan dunia nan jauh disana, karena langit itu menghubungkan dunia. Ketika merindukan orang yang jauh, aku selalu melihat langit, berharap ia juga melihatnya dan kita akan saling terhubung, wah… seperti cerita Bu Matsuzaka pada komik shinchan, karya yoshito usui saja, aku memang penggemar komik jenaka ini..., Ada suara sayup-sayup seperti radio, sedikit berusaha untuk mengidentifikasi lagunya yang sepertinya aku pernah mendengarnya. Dan dari hasil penyidikan beberapa detik, aku bisa yakinkan ke diriku bahwa ini lagu Yui yang berjudul I Remmember You. Baru tersadar ternyata warung makanan yang berada tepat dibelakangku sudah mau buka. Berarti sudah jam6.30. waw cukup lama juga aku melamun.


Saatnya meninggalkan pantai yang kata orang menyimpan 1000 kisah romantis. Semoga itu juga terjadi padaku. Bernostalgia dengan laut memang sangat menyenangkan, tetapi hidup tidak boleh diperuntukan hanya untuk mengenang masa lampau dan menyesalinya, kita juga musti melihat kedepan kan?. Selamat tinggal pantai, paling nanti kita ketemu lagi. Melewati lorong-lorong perumahan sudah kewajiban bila ingin pulang kerumah, sebuah jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. “Wahhh,” banyak yang sudah bangun, ada yang menyapu halaman rumahnya, membuka jendela, bahkan ada yang berlari-larian adu cepat dengan waktu. Itu berarti saatnya melakukan tugas berikutnya, memberikan senyuman dan sapaan “hari ini cerah ya” pada para tetanggaku ini. Hemmm akhirnya pulang dengan rasa bahagia, wah ternyata aku sudah ditunggu untuk sarapan, jadi tidak enak. Petualanganku di pagi ini usai sudah, memang sangat menyegarkan tubuh, bejalan kaki mengitari pinggir kota Fukuoka.

Besok, esok ,dan kelak

Aku tetap melihat dan hanya melihat di belakang rivalku. Aku kalah, aku tidak bisa menandinginya hari ini dan beberapa hari kedepan.

Seseorang berkata bahwa iblis tertawa terbahak-bahak ketika manusia berbicara tentang masa depan. Biarkan mereka tertawa, karena sesungguhnya aku tidak peduli. Aku akantetap berbicara besok, 2, 10 atau bahkan 50 tahun kedepan. Ya,.. Aku akan kalah, dan kini aku sedang mempersiapkan kekalahanku di hari esok. Tapi 5, 10 tahun atau entahlah, aku pasti akan menang !!

Orang sepertiku harus hidup dengan keras, dan aku harus hidup dengan keras. Aku tidak pantas hidup biasa. Terlalu baik untuk diriku ini...

Kini tujuanku jelas 1,2,3, atau 4 tahun lagi. Aku harus belajar tentang Keminoritasan. Aku ingin merasa menjadi minoritas agar kelak aku bisa lebih mencintai dan menghargai kaum-kaum minoritas.

Aku akan hidup keras sehingga aku bisa berhenti menyalahkan orang lain, dan belajar tentang tanggung jawab.

Dan aku akan kembali sebagai orang yang telah dimanusiakan. Yang tidak untuk diremehkan, tidak dipandang sebelahmata ,dan tidak untuk ditertawakan